Membuat Shampoo

  assalamualaikum lagi nih :D
 mau ngpost tentang tugas makalah aye membuat shampoo. Moga bermanfaat bagi para blogger yuuhuuuuuu

 Pendahuluan
Shampo merupakan sediaan kosmetik untuk mengeramas rambut, hingga kulit kepala dan rambut bersih, sedapat mungkin rambut menjadi bersih, berkilau, indah dan mudah diatur. Sebelum shampo populer, sabun pembersih badan dipakai untuk membersihkan rambut. Rambut memang bisa dibersihkan dari kotoran yang melekat, sebum, keringat dan stratum korneum yang terlepas tetapi akan membuat rambut tapak kusam, kasar dan kering sehingga sukar ditata. Oleh karena itu, dibutuhkan pembersih lain bagi rambut yang tidak hanya membersihkan tetapi sekaligus membuat rambut indah yakni shampo.Semula bahan-bahan yang sering digunakan untuk sampo adalah berbagai bahan dari alam seperti sari biji rerak, sari daging kelapa, sari abu merang (sekam padi). Dewasa ini yang digunakan adalah detergen (zat sabun sintetik).






Bahan baku membuat shampoo
1. NaCl
          Natrium Klorida dikenal juga sebagai garam, garam dapur, garam meja. Merupakan senyawa ionik dengan rumus NaCl. NaCl adalah garam yang paling bertanggung jawab atas salinitas dari laut dan dari cairan extrakulikuler dari multiser banyak organisme sebagai bahan utama dalam garam yang dapat dimakan ini, biasanya digunakan sebagai bumbu makan dan makanan pengawet. Dalam pembuatan sabun cair fungsinya sebagai pengental sabun yang masih berupa air.
2. Pewarna dan Parfum
Berfungsi sebagai bahan tambahan (addictive) dan tidak akan mengurangi kualitas dari sabun colek, warna sabun colek yang asli adalah coklat,  dan berbau kurang menarik. jadi penambahan parfum dan pewarna dapat mempengaruhi perhatian konsumen terhadap sabun colek, jadi akan cepat terjual bila akan dijual. biasanya di gunakan warna kuning dan aroma jeruk agar lebih dapat menghilangkan bau kotoran yang akan di bersihkan
3.      Sodium Lauryl sulfat
Sodium laurilsulfate atau sodium dodecyl sulfate (SDS atau NaDS) (C12H25SO4Na) adalah surfaktan anion yang biasa terdapat dalam produk-produk pembersih. Garam kimia ini adalah organosulfur anion yang mengandung 12-ekor karbon terikat ke gugus sulfat, membuat zat kimia ini mempunyai sifat ambifilik yang merupakan syarat sebagai deterjen.
SLS adalah jenis surfaktan yang sangat kuat dan umum digunakan dalam produk-produk pembersih noda minyak dan kotoran. Sebagai contoh, SLS ini banyak ditemukan dalam konsentrasi tinggi pada produk-produk industri seperti pembersih mesin (engine degreaser), pembersih lantai, dan shampo mobil. SLS digunakan dalam kadar rendah di dalam pasta gigi, shampo dan busa pencukur. Zat kimia ini merupakan bahan utama di dalam formulasi kimia untuk mandi busa karena efek pengentalnya dan kemampuan untuk menghasilkan busa.
4.      Cocamidopropyl Betaine (CAPB)
Berfungsi sebagai 'surfactant' singkatan dari "surface acting agent'. Seperti Sodium Lauryl Etner Sulfate, zat ini memiliki kegunaan yang hampir sama sebagai pembersih atau 'pembuang' kotoran yang menempel.
5.      Asam Sitrat
Asam sitrat merupakan asam organik lemah yang ditemukan pada daun dan buah tumbuhan genus Citrus (jeruk-jerukan). Senyawa ini merupakan bahan pengawet yang baik dan alami, selain digunakan sebagai penambah rasa masam pada makanan danminuman ringan. Dalam biokimia, asam sitrat dikenal sebagai senyawa antara dalamsiklus asam sitrat yang terjadi di dalam mitokondria, yang penting dalam metabolismemakhluk hidup. Zat ini juga dapat digunakan sebagai zat pembersih yang ramah lingkungan dan sebagai antioksidan.


CARA MEMBUAT SHAMPOO ALAMI
Tujuan                       :
Mengetahui tata cara membuat shampoo agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga lebih ekonomis.
Alat                            :
1. panci stainless steel
2. kompor
3. pengaduk kayu
4. termometer
5. kemasan sampel

Komposisi bahan        :
1. Ekstrak seledri 0,5 g
2. Sodium Lauryl sulfat 70 % 50 g
3. Cocamide DEA 12,5 g
4. Cocoamidopropyl betain ( CAB-30 ) 12,5 g
5. Nipagin 0,5 g
6. Asam sitrat secukupnya
7. NaCl 2,5 g
8. parfum alami ( Lavender ) secukupnya
9. pewarna alami secukupnya
10. Aqua bidestilata 163 ml

Cara pembuatan         :
1. panaskan Aqua dan ekstrak seledri sampai panas tambahkan nipagin, setelah larut tambahkan sodium lauryl sulfat dan diaduk sampai merata
2.tambahkan cocamide diaduk sampai merata
3.tambahkan CAB-30 diaduk sampai merata
4.masukkan NaCl dan asam sitrat diaduk sampai merata,cek PH pastikan kisaran PH 6-7 menyesuaikan PH normal kulit.
5.setelah dingin tambahkan pewarna dan parfum, diaduk sampai homogen
6.pengadukan dilanjutkan sampai diperoleh larutan jernih

Penjelasan                   :
Pertama kali yang dilakukan adalah memanaskan aquabidest yang berfungsi sebagai pembawa dengan nipagin sampai nipagin larut sempurna. Digunakan nipagin karena shampo harus tidak boleh terkontaminasi oleh mikroba. Nipagin disini digunakan sebagai pengawet dan antimikroba. Nipagin dilarutkan terlebih dahulu karena nipagin susah larut tanpa pemanasan, oleh karena itu agar cepat larut maka harus dibantu dengan proses pemanasan dan pengadukan. Setelah dipanaskan kemudian dimasukkan bahan aktifnya yaitu ekstrak seledri agar ekstrak tersebut dapat larut dalam campuran tersebut.
Kemudian langkah berikutnya adalah memasukkan SLS atau sodium lauril sulfat. SLS ini digunakan untuk surfaktan. Tapi dalam shampo harus dibuat kombinasi lain selain hanya SLS sebagai surfaktan. Bahan lain ini adalah cocamide serta CAB untuk memperkuat daya surfaktan dari SLS. Pemasukkan SLS ke dalam larutan harus hati-hati karena bila teralu panas akibatnya akan terbentuk banyak buih, apalagi bila dengan pengadukan yang cepat maka akan terjadi buih yang sangat banyak. Pengadukan dilakuakn pelan sampai SLS homogen dalam larutan tersebut. Apabila semua telah larut kemudian dilanjutkan dengan penambahan cocamide. Cocamide akan meningkatkan daya penetrasi SLS sebagai surfaktan juga kan meningkatkan viskositas dari larutan shampo. Selain itu, cocamide dapat digunakan sebagai pembuat busa sampo. Pemasukkan cocamide juga harus hati-hati karena akan membentuk busa yang banyak bila dimasukkan secara cepat dan diaduk cepat.Setelah homogen lalu dimasukkan CAB atau Cocaamidopropyl betain. CAB ini juga akan menguatkan fungsi gabungan SLS , CAB dan cocamide sehingga daya surfaktannya kan menjadi sangat kuat. Sifatnya yang juga sebagai surfaktan ini adalah untuk membuat shampo menjadi tidak mengiritasi mata sehingga dapat digunakan oleh anak-anak karena resep ini menurut literatur sebagian mirip dengan resep shampo milik Jhonson and jhonson ® for baby and kids. Pemasukkan CAB juga harus hati-hati karena akan membuat busa bila berlebihan. Setelah homogen kemudian ditambahkan NaCl dan juga asam sitrat. Fungsi asam sitrat adalah untuk menyeimbangkan pH agar dapat menetralisir reaksi basa yang yang terjadi dalam penyampoan rambut. Setelah ditunggu dingin kemudian ditambahkan bahan pewangi. Pewangi yang digunakan pada praktikum kali ini adalah minyak seribu bunga. Ditambahkan saat dingin karena minyak atsiri tidak stabil oleh pemanasan. Kemudian yang terakhir adalah pengecekan pH agar tetap di range netral yakni 6-7.

Daftar pustaka

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Shampo alami kok mengandung SLS dan Surfactan, sama juga bohong,